Cairkan Rp. 6, 4 Miliar untuk Proyek SPN

Ahyani

Ahyani

Tenggarong – Perkembangan pembangunan Sekolah Polisi Negara ( SPN ) mulai menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kutai Kartanegara ( Kukar ). Dikonfirmasi hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ) Kukar Ahyani tak membantahnya. Dia menyebut, anggaran yang belum lama ini dicairkan untk SPN sebesar Rp. 6,4 miliar.

“ Pencairan itu setelah adanya permintaan dari organisasi perangkat daerah teknis, terkait realisasi anggaran SPN, Makanya kami cairkan. Mengenai progress pengerjaannya, itu menjadi tanggung jawab OPD teknis tersebut, “ terang Ahyani.

Nama Ahyani membantah isu yang beredar, bahwa pembayaran anggaran untuk SPN tersebut menyebabkan adanya pembatalan dari surat perintah pencairan dana ( SPPD ) di sejumlah kegiatan.

“ Kalau tidak salah alokasi anggarannya Rp. 11 Miliar. Jadi masih ada sisanya yang belum dibayar, Saat ini SPN sedang berproses dan tidak ada hubungannya dengan pembatalan SPPD tersebut. Apabila ada OPD yang meminta, Maka akan kita proses dan kita bayarkan. Asalkan memang ada dananya “. Ungkapnya.

Pembangunan SPN di Dusun Margahayu, Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, terus digenjot. Lokasi pembangunan SPN itu berada di lahan bekas tambang milik PT Multi Harapan Utama ( MHU ) seluas 428 hektare.

Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam ( ESDM ) telah mengeluarkan izin penggunaan lahan tersebut. Selain SPN, rencananya di kawasan itu juga akan dibangun Markas Brimob untuk wilayah Kukar. Berbagai pertimbangan menjadi alasan pembangunanSPN di wilayah Kukar. Salah satunya, terkait pesatnya pembangunan di Kukar, serta masih banyaknya lahan yang bisa digunakan.

Pembangunan tersebut direncanakan untuk memindahkan SPN dari Balikpapan lantaran kondisinya kini dianggap kurang memadai dan tak layak lagi. Terutama, bangunan yang ada saat ini terletak tepat di jantung kota minyak yang sudah terlalu padat. ( qi/san/k9) Sumber ; Kaltim Post