Poros Tiga Desa Dikeroyok Perusahaan

Ilustrasi

Ilustrasi

Dimediasi Legislatif, 13 Kilometer Diproyeksikan Aspal

TENGGARONG- Kerusakan jalan poros dari Desa Jembayan Dalam menuju Desa Lung Anai  di Kecamatan Loa Kulu tampaknya segera berakhir.  Jalan yang kini mengalami kerusakan parah itu segera diperbaiki.  Setelah melakukan pertemuan beberapa kali bersama pihak DPRD Kukar, sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Loa Kulu sepakat melakukan swadaya untuk memperbaiki jalan tersebut.

Wakil ketua DPRD Kukar Rudiansyah mengatakan, kondisi akses jalan menuju Desa Lung Anai sangat memprihatinkan. Tak Jarang, kata dia, jalur tersebut membuat warga yang berobat menjadi kesulitan. Untuk menuju pusat kecamatan saja, bisa mencapai dua jam. Itupun jika akses jalan sedang kering. Jika diguyur hujan deras, jarak tempuh bisa semakin sulit dilalui.  Apalagi, Desa Lung anai juga telah di tetapkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) kukar sebagai Desa Wisata dan Budaya.

Untuk diketahui, ada tiga desa wisata yang ditetapkan oleh Dispar Kukar, yaitu Desa Kersik di Kecamatan MArangkayu, Desa Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun, dan Desa Lung Anai di Kecamatan Lung Anai. “Kepentingannya tidak hanya untuk meningkatkan wisata ke sana, tapi juga kebutuhan hidup masyarakat setempat. Bayangkan saja, warga yang sedang sakit parah ketika dalam kondisi darurat  hendak berobat, pasti sangat kesulitan. Ini yang sedang kita perjuangkan meski sedang deficit anggaran, “ ujar politikus Partai Gerindra itu.

Pihaknya, kata Rudi, telah memanggil sejumlah instansi pemerintahan serta perusahaan  yang beroperasi  diwilayah Loa Kulu. Instansi teknis tersebut seperto Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LKH), Kecamatan, desa serta unsur muspika.”Kita tidak ingin, ketika pihak perusahaan sudah sepakat melakukan perbaikan, ternyata secara teknis malah merusak jalan. MAkanya, tim teknis di Lingkungan pemerintah juga kita panggil serta libatkan, “ kata Rudi.

Saat ini, kata Rudi, sudah ada dua perusahaan yang melakukan perbaikan di sepanjang 7 Kilometer pada poros tersebut. Perbaikan jalan tersebut, yaitu dari Desa Jembayan Dalam, Desa Sungai Payang, sampai Desa Lung Anai. “Sudah tujuh kilometer yang diperbaiki, untuk totalnya ada sekitar belasan kilometer. Mulai jalan berlubang, jalan berbatu, hingga lainnya,” kata Rudiansyah.

Pada Kamis(22/2) lalu, menurutnya, pihak perusahaan, Legislatif, dan Pemkab Kukar telah mengecek lokasi. Sejumlah perusahaan pun menyepakati untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Tak hanya perusahaan tambang batu bara, tetapi perusahaan sawit diminta untuk melakukan percepatan proses jalan tersebut. “ Sudah disepakati untuk segera dikeroyok jalan itu. Tim dari Dinas PU yang akan menghitung kebutuhan anggaran serta teknis pengerjaannya. Supaya tidak salah dalam pengerjaannya, “ tutup Rudi.

Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas PU Kukar Muhammad Yamin melalui KAsi pemeliharaan Jalan Dinas PU Kukar Dosi menjelaskan, semula proses perbaikan jalan tersebut dianggarkan memalui APBD Kukar sebesar lebih dari RP. 100 Miliar. Yaitu dengan model pengecoran agar lebih kukuh.  Tak hanya berlubang, jalan tersebut juga ada yang berada  dipinggir Jurang. Selain rawan longsor, akses jalan tersebut juga perlu dilakukan penutupan pada puluhan lubang yang ada.

“ Ada sekitar 13 Kilometer kerusakan jalan tersebut. Tadinya akan dianggarkan melalui APBD. Tapi, karena defisit, jadi tertunda perbaikannya,” kata Dodi. Proses perbaikan pun, kata dia, lebih dulu akan difokuskan pada penutupan lubang besar.  Lubang tersebut kerap membahayakan pengguna jalan, terlebih lagi saat melintas pada malam hari. Apalagi, jalan tersebut masih minim penerangan jalan. “Kajian secara teknisnya sudah ada kami buat.  Nanti kemungkinan jalan akan diaspal agar lebih efisien. Juga untuk menyesuaikan kekuatan anggaran pihak persahaan, “ tutupnya.(qi/iza/k11)(sumber kaltim post)