Panen Raya Semangka di KM 25 Samboja

Edy Damansyah Saat Panen Semangka

Edy Damansyah Saat Panen Semangka

Edi Damansyah Dorong Petani di Samboja Manfaatkan KUR

Plt Bupati Edi Damansyah mengapresiasi pengelola kawasan agri bisnis terpadu di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Lau Kawar, kelurahan Sungai Merdeka, Km 36, kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

Untuk menjangkau lokasi panen semangka, bersama Komunitas Trail Edi Damansyah menggunakan trail menuju kearah Km 25 jalan poros Samarinda – Balikpapan.
Usai panen semangka di area kebun inti P4S di KM 25 Samboja, Edi yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, meyakini jika kawasan seluas 45 hektar itu memungkinkan untuk dijadikan Role Model.

“Panen ini menunjukkan kerja keras dengan baik, tentunya sudah ada hitungan-hitungan yang pastinya untung, saya berharap setelah panen ini lanjutkan tanam kembali, jangan berhenti,” ujarnya, Sabtu (14/04) lalu.

Disampaikannya, jika dilihat dari statistik, saat ini basis pertanian di Kukar sangat besar memberikan kontribusi, apalagi semangka bisa menjadi komoditi yang menjanjikan.

“Harapan Kutai Kartanegara kedepannya itu adalah sektor pertanian dan pariwisata, bukan migas, batu bara dan bahan galian, karena barang ini akan habis tidak bisa diperbaharui,” tegasnya.

Edi pun mengharapkan dukungan anggota KTNA, PPL, dan semua pihak termasuk dunia usaha untuk bersinergi serta mengambil peran pengembangan pertanian dalam arti luas.

“Kita berharap teman-teman KTNA yang beraktivitas langsung selaku petani jangan lemah semangat apalagi merendah diri, kadang masih terbangun mindset bahwa petani itu adalah bukan profesi istimewa, padahal profesi petani itu mulia,” tuturnya.

Untuk merubah mindset dimaksud, petani harus terus diberikan pembinaan, edukasi dan bimbingan, terlebih pemerintah sangat luas memberikan ruang dan perhatian.

“Salah satunya bagaimana dukungan Kementerian Pertanian berkaitan kebijakan ketahanan pangan, ada bibit, pupuk, Alsintan (Alat dan mesin pertanian) serta dukungan permodalan,” bebernya.

Edi pun menghimbau petani untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah melalui perbankan dengan bunga sangat rendah, sehingga tidak bergantung dari para tengkulak.

“Karena keterikatan dengan tengkulak itu sudah lama dan harus dihentikan, tengkulak selain memainkan harga, juga memainkan waktu produksi dan panen,” ungkapnya.

Selaku perwakilan pemerintah dan KTNA, Edi berharap agar petani tidak memanfaatkan cara instan untuk mendapatkan modal usaha.

“Karena selama ini petani kita yang tidak mau bersusah payah, tidak mau repot-repot. Padahal KUR itu Rp 25 juta ke bawah tanpa agunan tapi tetap ada administrasi. Saya berharap KTNA terus mensosialisasikan ini kepada masyarakat petani Kutai Kartanegara,” ucapnya. (end)