BUMDes Muara Enggelam Hasilkan Rp 516 Juta

Ilustrasi

Ilustrasi

TENGGARONG, TRIBUN Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muara Enggelam menghasilkan pendapatan Rp 516 juta dalam waktu 2,5 tahun. BUMDes ini sekarang memiliki 6 unit usaha. Sebelumnya, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah terus membanggakan peran BUMDes Muara Enggelam karena dapat menyokong pendapatan asli desa (PADes). BUMDes Muara Enggelam mengalami kemajuan pesat saat mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sejak Maret 2015. Ketua BUMDes Muara Enggelam Ramsyah mengatakan, penghasilan dari PLTS sekitar Rp 16 juta-20 juta/bulan. “BUMDes ini sudah lama beroperasi, tapi pengurusnya mulai dibentuk saat keberadaan PLTS Maret 2015,” kata Ramsyah, Kamis (26/10). Enam unit usaha yang dikelola BUMDes meliputi PLTS komunal, TV kabel, sarang burung wallet, pasar desa, BUMDes menyiapkan lapak buat disewakan kepada para pedagang yang berjualan 3 kali dalam seminggu.

Selain itu, pengolahan air minum isi ulang bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pada 2011. “Aset pengolahan air isi ulang ini diserah terimakan ke BUMDes untuk kemudian dikelola,” tuturnya. Saat ini BUMDes Muara Enggelam memiliki 10 karyawan tetap. Dua unit usaha diserahkan ke pihak pengelola dengan system bagi hasil 50:50, yakni usaha molding dan air isi ulang. Sesuai Peraturan Desa (Perdes), 25 persen penghasilan dari BUMDes dialokasikan untuk PADes, operasional pengurus 5 persen untuk 10 orang, dana social 9 persen, pajak 1 persen dan modal usaha 45 persen.

“Kami berencana meningkatkan kapasitas daya listrik yang ada. Saat ini tiap keluarga mendapatkan daya listrik 350 watt dari PLTS, kedepan akan ditingkatkan menjadi 750-900 watt. Paling tidak kami membutuhkan dana sekitar Rp 500 juta- Rp 600 juta,” ucapnya.

Plt Bupati Kukar, Edi Damansyah meminta kepada seluruh kepala desa se-Kukar agar potensi di daerah dikelola dengan baik lewat BUMDes. Pihak desa diberikan kewenangan dalam pengelolaan potensi di wilayahnya melalui BUMDes yang ditetapkan dalam peraturan desa.

“Ini terus kita dorong bagaimana kedepan potensi yang ada betul-betul dikelola dengan baik, seperti BUMDes di Loa Kulu, Muara Enggelam, Sumber Sari dan Sungai Payang,” kata Edi.

BUMDes di 4 lokasi tersebut tergolong maju karena kepala desanya kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. “BUMDes di Kukar ini sudah bergerak, tinggal penguatan saja, kita imbau pada dunia usaha sektor apapun di Kukar, diminta bantu BUMDes dalam pengembangan usaha,” kata Edi. (top) Sumber : Tribun Kaltim