Dana Transfer Molor, TPP Tertunda Lagi

Edy Damansyah

Edi  Damansyah

TENGGARONG -  Pengiriman dan transfer dari pemerintahan  pusat untuk triwulan IV belum jelas. Pegawai Pemkab Kukar kembali dibuat cemas. Pasalnya kas daerah disebut-sebut sudah tidak mencukupi untuk pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama Agustus dan September.

Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, kemampuan unag kas daerah belum bisa mencukupi untuk memenuhi belanja pegawai. Termasuk belum dilakukannya pembayaran TPP untuk dua bulan terakhir. Satu-satunya yang diharap, kata dia, yaitu pengiriman dana transfer dari pemerintahan pusat untuk triwulan IV tersebut.

Dia menuturkan, jika tim angaran pemerintah daerah (TAPD) masih menghitung kondisi kemampuan fisikal pada semester kedua ini.

“Kami berharap pengiriman dana bagi hasil dari pusat bisa tepat waktu. Kita akui, saat ini, Kukar masih tergantung dari pengiriman DBH tersebut. Bahkan, jumlahnya sekitar 73 persen dari struktur APBD,”ungkapnya.

Dia masih berupaya berkomunikasi dengan Kementerian Keunagan (Kemenkeu) agar pengiriman dana transfer tak lagi molor. Pihaknya meminta pegawai bersabar dengan kondisi tersebut. Apalagi TPP bukanlah dilakukan penghapusan, melainkan ditunda pembayarannya karena dana transfer kembali molor.

“Yang pasti pemanfaatan anggaran dan transfer itu tercantum dalam APBD. Jadi kalau sudah masuk dananya, tidak mungkin tidak membayar,”tambahnya.

Untuk pembayaran TPP periode Juni dan Juli sudah dibayarkan kepada seluruh pegawai sejak 26 September lalu. Setiap bulan dana yang keluarkan untuk pembayaran TPP sekitar Rp 45 miliar. Keterlambatan pembayaran TPP lantaran pengiriman dana transfer yang molor. Untuk dana transfer triwulan ketiga yang sempat dijanjikan pemerintah pusat ditransfer Juli, baru masuk 25 September sebesar Rp 335 miliar.(qi/waz/k9) Sumber: Kaltim Post