Kerbau Kalang Dijadikan Sumber Plasma Nutfah

Ilustrasi

Ilustrasi

TENGGARONG, TRIBUNKepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sumarlan mengatakan, potensi kerbau kalang  di Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai akan dijadikan sumber plasma nutfah. Pengembangan kerbau rawa ini sangat potensial, bahkan dipasarkan hingga ke Kalimantan Selatan. “Saya baru diskusi dengan Dinas Pertanian Provinsi, kerbau kalang di wilayah kita dijadikan semacam sumber plasma nutfah pengembangan kerbau rawa,”kata Sumarlan. Bahkan kehadiran kerbau kalang ditengah air sungai pasang menjadi objek wisata yang menarik. Pasalnya, sekelompok kerbau kalang ini berenang menyusuri sungai untuk mencari makan. Kendala saat ini, lanjut Sumarlan, ketika air pasang, maka sumber pakan kerbau kalang menjadi terbatas. Kondisi ini menimbulkan berbagai macam penyakit pada kerbau rawa. “Kita ingatkan kepada pemilik kerbau kalang untuk mewaspadai musim tertentu dengan menyiapkan pakan yang cukup serta obat-obatan karena ini berulang hampir tiap tahun, selalu  ada musim dimana air naik, selalu penyakitnya itu-itu saja,”tuturnya. Ia berharap peternak kerbu kalang agar bisa menyesuaikan kondisi saat air sungai pasang dan menyiapkan langkah langkah antisipatif.

Peternakan kerbau kalang bisa dijumpai di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kukar. Pengembangan kerbau kalang di kawasan itu dilakukan secara turun temurun sejak 1981 silam. Saat ini populasi kerbau kalang mencapai 500 ekor. Dalam bahasa setempat, kalang berarti kandang. Kerbau kalang memiliki keunikan bisa nerenang ketika air sungai sedang pasang. Mereka berenang secara bergerombolan untuk mencari makan. Konsumen kerbau kalng ini berasal dari Kalimantan Selatan,Samarinda ,Kecamatan Kota bangun, Muara Mutai dan Desa Muara Enggelam. Biasanya, penjualan kerbau kalang meningkat pada Idul Kurban  dan Maulid Nabi. Harga satu ekor kerbau berkisar antara Rp 8 juta-Rp 13 juta. Bobot kerbau paling besar bisa mencapai 500 kg. Camat Muara Wis, Arianto mengatakan potensi kerbau kalang merupakan salah satu aset di Kukar.”Ada 38 kepala keluarga di Desa Melintang yang berternak kerbau kalang,”ujar Arianto. Pada 2014 silam, Dinas Peternakan sudah membantu perluasan kandang 9×9 meter. Ia menambahkan, pemerintah desa membantu lewat Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pegadaan bibit. Pagu ADD masing-masing desa disesuaikan dengan mekanisme beberapa pemberdayaan perekonomian. Tiap kelompok mendapat bantuan Rp 100 juta untuk pengadaan bibit dan perluasan kandang.(top) Sumber: Tribun Kaltim