Edi Tinjau IPA di Long Bleh Batuan PT REA Kaltim

Ilustrasi

Ilustrasi

TENGGARONGBeberapa waktu lalu, Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meninjau Instalasi Air Bersih (IPA) Desa Long Bleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kukar, bantuan dari PT Rea Kaltim Plantation Group di Lamin Adat Desa Ritan Baru Kecamatan Tabang, Rabu (25/10).

Instalasi air bersih tersebut telah diresmikannya bersamaan instalasi air bersih Desa Ritan Baru, Kecamatan Tabang di Lamin Adat Desa Ritan baru Kecamatan Tabang, dihari yang sama. Menurut pengelola sementara Marsuni instalasi air bersih Desa Long Bleh Haloq terdiri dari 2 buah water tank dan sebuah mesin domping berkapasitas 15 liter solar. Ia menerangkan water tank penampung air yang sudah bersih berkapasitas 100 ribu liter, sedangkan water tank berbentuk kerucut sebagai wadah bahan baku air, untuk proses pembersihan air berkapsitaas 50 ribu liter.

Bahan baku air sendiri menurutnya diambil dari Sungai Belayan yang berada di Desa Long Bleh Haloq. Dalam prosesnya, ia menjelaskan air ditarik menggunakn mesin domping dan ditampung di water tank kerucut, kemudian dicampur dengan pembersih air dan didiamkan kurang lebih 2 jam, setelah itu air yang sudah melalui proses pengendapan dipindah ke water tank kedua sebelum dialirkan kemasyarakat.

“Setiap 15 liter solar untuk pengisian mesin domping tersebut, dapat memenuhi water tank kerucut sebanyak empat kali proses,” ujar Marsuni. Ia menambahkan, untuk sementara masyarakat belum bisa menikmati air bersihtersebut langsung dari rumah, karena jaringan instalasi air bersih belum terpasang kerumah-rumah. “Air bersih bisa diambil masyarakat di outlet-outlet yang sementara dipasang dibeberapa titik, yaitu satu outlet berada diantara 5 sampai 6 buah rumah,” kata Marsuni.

Sementara itu Plt Bupati Kukar Edi Damansyah juga menyambut baik atas terbangunnya instalasi air bersih di Desa Long Bleh Haloq. “Pemerintah Kukar sangat menghargai dan mengapresiasi terhadap program CSR yang dilakukan oleh PT Rea Kaltim yang telah mengeluarkan dana miliaran dalam membangun instalasi air bersih ini,” ujar Edi.

Ia berharap instalasi air bersih tersebut tidak hanya menunjang kebutuhan masyarakat akan air minum, tetapi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Untuk itu, ia meminta bantuan tersebut dapat dimasukkan dalam asset desa dan dikelola dengan baik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Long Bleh Haloq. (advertorial/hms/top) Sumber: Tribun Kaltim