Berharap Perkuliahan Tidak Dipindah ke Jogjakarta

kuliahRENCANA Institut Seni Indonesia (ISI) menarik perkuliahan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) ke Jogjakarta atau di kampus ISI, disayangkan mahasiswa. Mereka berharap, Pemprov Kaltim menaruh perhatian terhadap pengembangan ISBI  “Saya sangat menyayangkan jika perkuliahan harus dikembalikan ke kampus ISI di Jogjakarta. Seperti mengalami kemunduran. Semoga tidak terjadi,” ujar Andre Setiawan, mahasiswa ISBI.Namun di sisi lain, kata dia, kondisi gedung sementara yang menjadi tempat perkuliahan mahasiswa memang jauh dari layak. Selain pendingin ruangan mati, ruang kelas yang ambruk juga tidak mendapat kepastian perbaikan. Mahasiswa harus bergantian menggunakan ruangan, malah lebih sering belajar di luar ruangan. “Evaluasi alat-alat di kelas yang runtuh saja dilakukan mahasiswa dan dosen. Kami berharap ada perhatian untuk gedung kuliah kami,” tambahnya.

Jika pada umunya perkuliahan yang dijalani karena hobi mestinya bisa menyenangkan, namun kejenuhan sudah mulai mereka rasakan. Alasannya tak lain karena keterbatasan fasilitas yang disediakan di kampus. Kesempatan itu, menurut dia, muncul setelah diterima menjadi mahasiswa ISBI. Apalagi jurusan pertelevisian yang dia tempuh terbilang langka dikawasan Kalimantan ,  pilihan masuk ke ISBI bahkan menjadi yang pertama setelah lulus dari bangku SMK. Sebelumnya, mahasiswa asal Samarinda itu pernah menempuh pendidikan di tingkat SMK dalam dunia pertelevisian. Belakangan, semangat mendapatkan pendidikan layak akhirnya memudar. Fasilitas materi perkuliahan yang dia peroleh, sebenarnya memuaskan. Terutama latar belakang pengajar yang merupakan ahli di bidangnya. (qi/waz/k8) Sumber : Kaltim Post