Kelas Ambruk Mulai Diperbaiki Pembangunan Gedung ISBI Belum Ada Kepastian

Mahasiswa ISBI

Mahasiswa ISBI

TENGGARONGMeski mulai bernapas lega lantaran ruang kelas yang sempat ambruk diperbaiki, nyatanya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kukar tak kunjung mendapat kepastian pembangunan gedung kampus. Kendati demikian, tim pendamping ISBI dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta berharap, pembangunan gedung bisa terealisasi setelah Pemprov Kaltim menyurati Presiden Joko Widodo untuk pembentukan satuan kerja ISBI. Hal tersebut disampaikan Pembantu Rektor ISI Jogjakarta I Wayan Dana kepada Kaltim Post. Dalam pertemuan ISI dengan Gubernur Awang Faroek Ishak dua hari lalu di Samarinda, belum ada kepastian terkait rencana pembangunan gedung ISBI. Meski demikian, tanah yang merupakan hibah dari Pemkab Kukar di Kecamatan Tenggarong Seberang telah siap. Jika APBD Kaltim tak bisa mendanai pembangunan gedung kampus, dia berharap, lobi anggaran dari Pemprov Kaltim kepada Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) Kaltim bisa mendorong percepatan pembangunan gedung kampus ISBI.

“Sayangnya belum ada kepastian dibangun gedung kampus tersebut. Tapi, setelah Pemprov Kaltim melayangkan surat ke Kemenristekdikti dan Presiden, diharapkan ada respon. Karena mungkin melihat kondisi defisit anggaran dan semacamnya yang dihadapi pemerintah daerah,” ujar Wayan.             Ketersediaan gedung kampus yang layak untuk menciptakan promosi ISBI pada tahun ajaran mendatang. Jangan sampai, upaya keras pihak ISI dalam merancang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sia-sia karena fasilitas gedung yang tak memadai. Jadi, calon mahasiswa yang semula ingin menempuh perkuliahan di ISBI tidak jadi mendaftar. Imbasnya, minat berkurang untuk masuk ISBI. “Semua rancangan pembangunan gedung dan lainnya sudah sangat siap sejak 2013. Segala perangkat penting yang dibuthukan juga begitu. Tinggal respon Pemprov dan pemerintah pusat saja lagi. Kami dari ISI Jogja dulu hanya ditugaskan sebagai pendamping oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Rabu (15/11), awak media ini pun mendatangi ruang kelas belajar yang sempat ambruk, sudah mulai diperbaiki. Bagian dinding juga telah berdiri kukuh. Proses perbaikan sejak Senin (12/11) lalu. Diketahui, setelah beberapa kali mengungkapkan kekecewaannya dengan pihak Pemprov Kaltim, pihak ISI Jogjakarta selaku tim pendamping perguruan tinggi rintisan ISBI di Tenggarong, akhirnya mendapat angina segar. Dalam pertemuan antar ISI dan Pemprov Kaltim pada Senin (13/11), Gubernur Awang Faroek Ishak mengupayakan percepatan pembentukan satuan kerja (satker) ISBI dengan bersurat kepada presiden. (qi/waz/k16) Sumber: Kaltim Post