Berbagi pengetahuan umum tentang program JKN KIS

BPJS

BPJS

*_Ayo kita membedah segmen PNS_*

Gambaran umum untuk diketahui, sehubungan dengan iuran PNS pada program JKN KIS yg diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

1 (satu) keluarga PNS untuk saat ini rata-rata iuran yang dibayarkan setiap bulannya berdasarkan persentase gajinya, adalah:
Rp. 190.528,- (ini gaji tahun 2017, tentu kalau gaji di tahun 80an, iurannya akan lebih kecil lagi)

Iuran Rp. 190 ribu per bulan ini untuk menanggung istri/suami dan 3 anak.

Artinya kalau PNS berkeluarga dengan 3 anak, *iurannya per orang hanya Rp. 38 ribu per bulannya*, yaitu: Rp. 190 ribu dibagi untuk 5 orang (catatan: untuk memudahkan menghitung. Bisa juga dihitung detail per rata-rata besarnya keluarga/ _family size_)

*Dari data di atas*,
Untuk per kepala, iuran PNS hanya Rp. 38 ribu per bulan.

_*Kemudian, mari kita ilustrasikan hitung-hitungannya.*_

PNS yang sudah bekerja 45 tahun misalnya. Kalau selama 45 tahun tidak menggunakan, sampai ybs pensiun, maka total iuran terkumpul adalah:
*45 tahun* x 12 bulan x Rp. 38 rb, atau totalnya sebanyak Rp. *20.520.000.-*

*Katakanlah 21 juta.*

Kalau terus sampai pensiun tidak pernah memakai. Artinya uang 21 juta tersebut, membantu saudaranya peserta JKN KIS yg sedang sakit. *Sangatlah mulia.*

Namun, katakanlah pada saat PNS aktif tidak pernah menggunakan. Kemudian pada saat pensiun mulai menggunakan, *mari kita kalkulasi bagimana program ini sangat membantu*.

Misal pensiunan PNS di rawat di RS karena penyakit Tipus. Sekali episode rawat biayanya 6,6 juta.
Maka jumlah iurannya yang tersisa:
21 juta – 6,6 juta = 14,5 juta.

Kalau kemudian ada gangguan kesehatan lagi. Misalnya dirawat dengan gangguan pencernaan. Sekali episode rawat biayanya, apabila dengan komplikasi bisa mencapai 15 juta.
*Maka jumlah iurannya yang tersisa:*
14,5 juta – 15 juta = minus 500 ribu.

Dari mana minus 500 ribu bisa teratasi, termasuk kalau kemudian tiba-tiba harus masuk rumah sakit lagi? Kan “tabungannya” selama menjadi PNS aktif “sudah habis”?. *Jawabnya: dari iuran peserta lain yang sehat.*

Tentu akan sulit dibayangkan, kalau selama menjadi PNS aktif tidak pernah sakit. Kemudian pada saat pensiun, tiba tiba sakit, misalnya harus pasang ring di jantung, *yang biayanya sampai 82,1 juta.*
Apa yang terjadi?

*Sekali berobat, uang 21 juta tadi langsung habis. Malahan kurang 60,1 juta.*

Namun, pensiunan PNS tsb tetap bisa berobat tanpa harus tambah biaya.

Inilah gambaran, betapa program gotong royong dengan membayar iuran walau kecil namun rutin, juga bayar rutin namun tidak digunakan, *nilainya adalah sangat bermakna untuk membantu sesama.*

Demikian seri pemahaman gotong royong untuk segmen PNS. Kita lanjutkan lagi nanti untuk segmen yang lainnya.

—o