Tiga Pelaku Gendam Diringkus

GendamPercaya Lihat Saldo di ATM Rp 99 Miliar

TENGGARONG – Tiga pelaku penipuan modus gendam (hipnotis) yang beraksi si sejumlah provinsi diringkus anggota Satuan Reskrim Polres Kutai Kartanegara, para pelaku memiliki ATM master dari BRI yang bersaldo Rp 99 miliar, kemudian pelaku mengajak korban bersama-sama masuk ke ATM dan melihat saldo pelaku sehingga korban percaya .

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidir melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah mengatakan, tiga pelaku gendam yang ditangkap, yakni HS (48) warga asal Sulawesi Selatan, kemudian tersangka F (42) warga Samarinda, dan tersangka AI (51) warga Sulawesi Selatan. “Tiga Pelaku ditangkap di tiga tempat terpisah. Tersangka HS yang berperan sebagai penyumbang ditangkap di sebuah kontraknya di Gang 8 Samarinda Seberang pukul 15.00 Wita,” ucapnya.

Sedangkan F yang berperan sebagai driver diamankan di Jalan Kemakmuran Samarinda pada Pukul 17.00 Wita. Kemudian AI yang bertugas meyakinkan korban diamankan di Km 10 Loa Janan, Kukar pada pukul 14.00 Wita. Aksi pelaku terungkap atas laporan korban bernama Faridah Astuti (67) warga Arwana Blok A, Nomor A31 RT 16, Keluhan Timbau, Kukar, setelah menjadi korban penipuan para pelaku di sebuah ATM Mandiri Tenggarong Jalan Ahmad Muskin, Timbau.”Saat beraksi, pelaku berpura pura hendak menyumbangkan dana ke yayasan atau panti. Korban diminta menunjukkan panti atau yayasan,”ungkapnya.

Mantan  Kapolsek Metro Penjaringan itu mengatakan, korban diiming-imingi 15 persen dari Rp 100 juta sumbangan per yayasan kalau mau bekerja sama. Korban pun tergiur dengan janji pelaku gendam. Akhirnya, setuju saja diajak ke ATM. Saat itulah pelaku melihat PIN korban. “Dengan kecepatan tangan, pelaku menukar ATM korban dengan Am yang sama dari bank tersebut yang sudah kedaluwarsa.”

Menurut pengakuan pelaku pada 22 November, AI dan HF tiba dari Makassar menuju Balikpapan langsung menyewa mobil untuk sebulan seharga Rp 6 juta. Mobil bernopol KT 1072 ZZ selama ini parkir sebuah indekos di Gang 8 Samarinda Seberang. Setelah sepakat, 27 November ketiganya beraksi di Mal Lembuswana Samarinda. Hasilnya, mereka mendapatkan Rp 25 juta dari korban seorang perempuan.

Tidak sampai di situ, pada 7 Desember, ketiganya melakukan aksi penipuan di Tenggarong. Korbannya juga seorang perempuan, berhasil mendapatkan Rp 60 juta. (adw/waz/k11) Sumber : Kaltim Post